unyuu dehhh

Rabu, 11 April 2012

HIDUPKU ADALAH LUKISAN

            Celotehan malam.....
Malam itu tak satupun ada tanda suatu kehidupan begitu hening, sunyi , dan sepi. Akupun terbangun dengan mata yang kurasa masih mengantuk aku tuntun kaki ini menuju kamar mandi yang tak begitu jauh dari tempat tidur, ku ayunkan langkah demi langkah dengan lunglai sebagaimana orang yang baru bangun tidur. Sesampainya aku dikamar mandi kucelupkan jari telunjuk ini  kedalam ember yang berisi air itu “ berrrrrrrr…. “ dinginnya kata ku dalam hati. Lalu ku putarkan kran itu untuk mengisi ember itu. Sejenak aku termenung melihat air itu apa yang akan kulakukan …? Tanya ku dalam hati. Tak berfikir panjang aku basuh muka ku dengan kedua tangan ku dan akupun merasa sangat seger kulanjutkan dengan berwudhu dibawah air itu.
            Setelah aku merasa lebih baik ku kenakan mukenah putih itu tanpa ragu. Dengan bibir bergetar aku baca disetiap gerakan-gerakanku dan salam itu mengakhiri bacaan dalam setiap gerakan shalatku, kini dengan duduk manisku bibir ini masih bergetar melantunkan tashbih, memohon ampunan kepada yang maha pengampun,  meminta bantuan kepada yang maha segalanya, memohon kemudahan kepada yang maha pemurah, memohon kebahagiaan kepada yang maha penyayang , memohon apa yang ingin ku miliki kepada yang maha pengasih. Tiba-tiba air itu mengalir dipipi dan menetes disajadah ku, tangis itu semakin tak tertahan oleh ku semakin sesak, semakin aku tak bisa berkata aku hanya bisa berkata dalam hati, aku berdo’a , aku memohon, aku meminta, aku mencoba selalu ku coba kucurahkan segala kegundahan dalam hati ini kepada MU yang maha mengetahui.
            Malam itu semakin larut kegelisahan itu masih tersisa kuhapus air yang mengalir dipipi ini , ku atur nafas panjang agar aku bisa sedikit rileks dan itu sangat memberiku manfaat. Kini ku buka setiap lembaran kertas yang bertuliskan bahasa arab itu tiada lain kitab suci Al-Qur’an ku yang lusuh dan banyak lipatan disudut setiap lembarannya , bibir ini mulai bergetar kembali melantunkan yang tertera di kitab suci itu huruf demi huruf , kalimat demi kalimat, ayat demi ayat, baris demi baris begitu juga lembar demi lembar kulantunkan denga suara pelan agar tak mengganggu teman sebelah kosan ku.
            Kini mataku terasa sembab seakan sipit seperti orang china, kuputuskan untuk menyudahi lantuna ayat suci Al-Qur’an itu, “ shodaqallah hul aadzim “ kututup dengan pelan lalu kuletakkan diatas meja tempat shalat ku.
            Malam masih belum berakhir terlihat waktu menunjukan sepertiga malam lalu kulipat mukenah dan sajadah itu kubiarkan tergeletak ditempat biasanya, aku  tuntun kaki ini ke tempat tidur yang beralaskan kasur tipis , maklumlah anak kosan. Do’a itu kubaca dalam hati dan semoga dapatkan mimpi yang indah Amiin…
            Tanpa menunggu lama mata ini kian terpejam dengan lelahnya. Hembusan nafas itu selalu menemani tidurku bagaikan alunan music yang manemani tidurku.
            Detik demi detik tak terasa oleh aku yang tertidur pulas dalam pelukan selimut dan guling, setiap jam berlalu begitu saja hingga ku dengan lantunan ayat suci Alqur’an itu terdengar dengan merdunya dan adzan itu berkumandang mengajak umat islam menunaikan shalat subuh. Dan ku dengar “ asholaatu khoirum minan nauuumm “ yang bermaksud mengingatkan bawa shalat lebih baik daripada tidur, dengan malasnya aku kembali mengambil wudhlu lalu kutegakkan shalat 2 rokaat tanpa terlewat dengan qunutnya, kurebahkan badan ku kembali lalu televise itu menampakkan gambarnya karena remot itu ku tekan power On nya kini ku ditrmani oleh sang televisi yang memamerkan adegan lucu sang lelakon siapa lagi kalau bukan spongebob kesukaan ku.
            Tak terasa mata ini terpejam kembali secepat kilat waktu semakin berjalan dan mentari kian menaiki anak tangga langit kehidupan semakin tinggi dan semakin terlihat semakin terang menerangi bumi ini, mentari juga membangunkan lewat sela kecil jendela kamar yang mengenai muka mungil ini lalu terbangun aku dari mimpi indah yang menemani tidur sekejap tadi.
            Indah matahari itu memberikan awal kehidupan yang cerah seperti cerahnya matahari itu bersama bunga- bunga yang bermekaran indah ditaman detemani tarian sang kupu-kupu yang berwarna mempesona. Semoga itu menjadi awal kehidupan aku.
            Karena hidupku adalah lukisan yang akan kuhias dengan berbagai warna yang indah. Agar bahagia itu selalu datang dan takkan terhapus oleh waktu seperti kenangan yang tertulis oleh tinta angin yang tak bisa kau lihat dan kau baca tapi bisa kau rasakan lagi nanti jika kau mengingatnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar