s Satu tahun sudah terlewati masa-masa
kebersamaan di asrama tentunya di kamar 12 yang terdapat 8 personil, dinda,
tika, wita, elny, reny,wiwin, alex, dan ade. Kami dipertemukan dikamar ini saat
pertama perjalanan mencapai D3 dimulai. Disinilah aku mulai belajar di bandung.
Setelah sekian lama berfikir akan kemana untuk melanjutkan kuliah akhirnya
terdampar lah aku diakademi kebidanan ini. karena tuntutan orang tua ku yang
ingin anaknya menjadi yang terbaik yaitu menjadi bidan.
“Heummm..... semuanya akan baik-baik
saja dinda” ujar ku dalam hati
satu minggu... terlewati dengan baik,
satu bulan semuanya aman, bulan kedua tak terjadi apa-apa tapi......
suatu hari pada tanggal -----------
sore hari setelah selesai kuliah wita yang waktu itu ada di rumah sakit kata
dokter wita terlalu capek sehingga ia terkena penyakit hepatitis, waktu itu
alex sedang tidur pules di kasur nya,dan elny ia dikamar mandi. tapi aku, reny,
wiwin, duduk- duduk di tempat tidur wiwin yang berada di bawah tempat tidur
tika, tiba-tiba.....
“ kiitttt,,,, kiitttt,,,,,” bunyi
goyang tempat tidur wiwin yang kami tempati, aku pun refleks menegur tika yang
saat itu berada di atas kami “ tikaee diem dong jangan digoyang- goyang “ siapa
yang goyang-goyang? Dari tadi aku diam tauuu kalian tuhh ngapain
digoyang-goyang gga ada kerjaan” saut tika. Aku mengira tika yang iseng karena
badan dia yang besar memungkinkan untuk menggoyangkan tapi ternyata tidak
keadaan itu hening sejenak dan..
“GEMPAAAAA..... GEMPAAAA.....
GEMPAAAA.......” terdengan terikan dari
luar. Aku dan yang lain berlari sebisa mungkin, tika yang berada dkasur atasnya
tak pikir panjang langsung lompat dari atas, untung nya saja tidak apa-apa.
Alex yang tidur memakai celana pendek masih sempat-sempatnya ia mengenakan
celana panjang dan ia langsung lari bersama ade dan tika untuk menyusul kami
yang duluan berlari turun ke lantai bawah tapi sesampainya didepan kamar mandi “ gubrakk.....
!!!!” ade terpleset. “ dengan sigap alex membantu ade sambil tertawa “
hahahahaha...... hayyu de” mereka pun berlari dan kami bertemu di belakang
halaman asrama.
Suasana saat itu sangat menegangkan berbagai expresi semua ada
disitu ada yang menangis, menyebut mamah papahnya, ada yang berkomat kamit
entah apa yang dibacanya pun aku tak tahu.dan aku hanya bisa duduk ditanah
sambil berdo’a “ya Allahh,,, selamatkan” hanya kalimat itu lah yang aku bisa.
Tak sengaja kumelihat alex yang berdiri disampingku “ alex celanya kebalik
hahhaaa” kata ku dan semua tertawa melihat itu dan renypun menyadari “ ehhhh sendal na teu sarua (sandalnya tidak
sama antara kanan dan kiriny )” tanpa di aba- aba semua tertawa dan tidak
disadari pun ternyata aku membawa handphone reny dan reny membawa handphone
aku. Semuanya tertawa dengan muka yang
saat itu masih tegang. “ Hhahahahahaa.......ada- ada aja ihh “ saut teman lain
nya.
Setelah pak satpam mengatakan aman,
semuanya kembali ke kamar masing-masing. Aku dan yang lain menaiki anak tangga
dengan rasa takut ada gempa susulan. “Alhamdulillah selamat” aku dan yang lain
pun masuk kamar dan duduk di tengah-tengah kamar tak lama kemudian “
GEMPAAAAAA..... GEMPAAAAA..... “ tanpa diberi aba-aba semuanya berlari kembali
aku dan yang lain menuruni anak tangga dan berlari ke halman depan asrama yang
juga halaman kampus. Saat itu walau dikatakan aman tapi aku dan yang lain tidak
mau kembali kedalam kamar sampai maghrib. Kebetulan waktu itu adalah bulan
puasa. Aku dan yang lain menunggu di loby asrama. Sampai maghrib aku dan yang
lain pun memutuskan untuk kembali menuju kamar.
Kejadian itu jadi kenangan yang sangat
berkesan, kalau dibicarakan pasti akan membuta tertawa semuanya. Dan ternyata
itu gempa berasal dari tasikmalaya yeng kebetulan reny berasal dari sana ia
langsung menelephon orang tua nya. Alhamdulillah baik-baik saja Cuma didapur
nya agak berantakan dan tembok nya sedikit reta ujar reny setelah ia menghubungi
keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar